Cerita Inspiratif Seorang Ayah Bergaji 18 Juta, Berjuang Demi Anaknya

shares |

Wartaku.Info - Kisah Inspiratif. Cerita ini sebelumnya sudah tayang di Quora dari jawaban Sigit Hariyanto dalam pertanyaan "Apa Rasanya Mendapatkan Gaji 10 Juta pada Bulan Pertama Bekerja". Cerita atau kisah inspiratif ini di tulis berdasarkan sudut pandang si penulis.
 Ini adalah penghasilan saya di korea selatan sekarang.


Pertama saya kerja disini, tahun 2018.

saya waktu itu berumur 23 tahun dan gaji saya adalah UMR korea selatan, berapa itu?? Waktu itu 1,5 juta won, kalo di rupiahin ya sekitar 18 jt an.

Lalu apa perasaan saya?

Emmm.. tergantung.

Saya setuju dengan pendapat Mark mension di bukunya The subtle of giving a f'ck. Yang intinya perasaan sesorang itu tergantung tolak ukur yang di pakai.

Maksudnya gimana? Coba lihat gambar di bawah ini.

 Sumber: google

Atau gambar kehidupan di india ini.
 Sumber: google

Kira kira bagaimana perasaan mereka Jika mendapat uang 18 jt sebulan?

Jika saya memakai tolak ukur seperti mereka, Kemungkinan besar saya sangat bahagia. Karena dengan uang setara 18jt sebulan, maka Cukup untuk memenuhi Kebutuhan dasar dan menaikan taraf hidup.

Lalu bandingkan dengan ini.
 Sumber: google

Atau yang kita biasa lihat,
Keluarga Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani
Sumber: google

Mereka adalah orang orang, yang memiliki kemampuan menghasilkan uang berkali kali lipat dari apa yang saya hasilkan.

Bayangkan saja anda biasa menghabiskan liburan ratusan juta, tiba tiba sebulan hanya mendapat 18 jt sebulan.

Ya, kalo saya memakai tolak ukur, agar mampu memiliki biaya hidup seperti mereka. otomatis saya merasa kekurangan.

Lalu kalau kita naikan lagi tolak ukur kita.

Tahu siapa dia ?
 Sumber : Wikipedia

Jeff Bezos Dia adalah salah satu orang terkaya dunia, Dia biasa menghasilakan 2000 dolar per detik, itu kalo di rupiahkan setara 30 jt an. Apa????……. Ya 30 juta rupiah per detik itulah penghasilan Jefg Bezos.
 Sumber : businessinsider.com

Jadi penghasilan dia satu Jam sebanding dengan penghasilan saya bekerja seumur hidup. Wkwkwkwkwk

Jadi apa kesimpulanya :

Yang saya rasakan jelas, saya merasa sangat bahagia. Kenapa? Apa tolak ukur saya?

Tolak ukur saya untuk pengobatan, operasi dan kesembuhan anak saya.

Karena Anak saya mengalami hidrosepalus dan kaki CTEV. Saya merasa sangat bersyukur dan bahagia mampu membiayai pengobatan, operasi dan terapi anak saya.

Karena saya melihat banyak sekali orang tua yang anak nya seperti anak saya di dunia ini, tetapi tidak punya biaya sehingga tidak mampu membiayai pengobatan anak nya.

Saya pun juga berkomitmen bersama istri, selama tulang kami masih tegak dan otak kami masih mampu mengingat. Kami tidak akan berhenti bekerja keras dan belajar ilmu baru, agar terus meningkatkan skill, kemampuan dan nilai. Sehingga tetap mampu membiayai pengobatan anak kami.

Saya mohon doanya, 😊😊😊

"jika kita memiliki uang, kesehatan dan waktu luang. Maka kita adalah orang yang paling tidak pantas untuk mengeluh" jay shetty

Ada sebuah ungkapan inspiratif
"Setiap orang memiliki penghasilan berbeda-beda dengan cobaan dan hambatan yang berbeda pula. Ada yang bisa menghasilkan 100 Juta perbulan namun harus membiayai seluruh keluarganya karena satu lain hal, ada yang hanya 2 juta perbulan namun selalu berkecukupan untuk dirinya. Karena setiap orang punya hamabatan dan batu sandungannya masing-masing".

Semoga kita senantiasa bersyukur, diberi kesehatan dan limpahan rezeki dari sang pencipta.

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment