03 December 2019

Bekerja Penuh Dedikasi, Sutopo Purwo Nugroho Dapat Penghargaan pada Malam Anugerah ASN 2019

Wartaku.info - Sosok Sutopo Purwo Nugroho dalam beberapa tahun belakangan selalu menjadi buah bibir setiap terjadi bencana di tanah air. Bukan karena kejelekannya, namun karena dedikasinya dalam bekerja sebagai ASN di BNPB dimana bapak yang akrab disapa pak Sutopo ini selalu menjadi pioneer dalam memberikan informasi aktual mengenai bencana alam yang terjadi termasuk mengklarifikasi info yang merupakan Hoaks.

Bahkan setelah tutup usia dedikasi beliau masih terus terkenang di benak sebagian besar masyarakat Indonesia terutama yang mengikuti akun sosial media miliknya.
Pada cara yang bertajuk Malam Anugerah ASN 2019, Kementerian PANRB juga menyerahkan penghargaan "Dia yang Dikenang" kepada Sutopo Purwo Nugroho. Dimana penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan kerja keras pak Sutopo semasa hidup dan mengabdi sebagai ASN.

"Hidup itu bukan soal panjang pendeknya usia, tapi seberapa besar kita dapat membantu orang lain" itulah motto yang selalu dipegang teguh oleh Mantan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho hingga akhir hayatnya.

Perlu diketahui, bahwa Sutopo juga telah mendapatkan penghargaan The Most Inspirational ASN 2018 dalam Anugerah ASN 2018.

Selain Sutopo Purwo Nugroho, Lurah
Tombang Permai, Kab. Banggai, Prov. Sulteng Muh. Didik Ismu Prihan Deni dinobatkan sebagai ASN Favorit Pilihan Netizen.

Penobatan ini berdasarkan voting yang
dilakukan Kementerian PANRB melalui media sosial sejak 26 November 2019 hingga 2 Desember 2019.

Gagal Raih Emas, Atlet Senam Indoneaia Persembahkan Perak Untuk Indonesia Di SEA Games 2019 Filipina

Wartaku.info - Atlet senam Indonesia, Rifda Irfanalutfi, berhasil meraih medali perak di SEA Games 2019 Filipina setelah gagal mendapatkan emas karena gugup.

Rifda turun pada nomor all around senam artistik yang di helat di Rizal Memoriam Colliseum, Manila, Senin (2/12/2019). Dengan raihan skor total 12.100 menempatkan dirinya pada urutan kedua.

Rifda kalah kalah skor dari atlet Malaysia, Abdul Hadi Farah Ann yang berhasil mengumpulkan poin 12.500. Sementara itu, dibawah Rifda medali perunggu didapatkan oleh pesenam Negeri Jiran, Tang Ing Yueh, dengan catatan skor 11.600.

Rifda bersyukur atas hasil yang diraihnya tersebut walaupun sejatinya menargetkan dapat meraih medali emas. Dia mendapat penalti besar karena di balok keseimbangan banyak gerakannya yang goyang, bahkan hingga jatuh.

"Jadi, sebenarnya ini belum cukup puas di alat itu cuma kalau untuk di alat lain alhamdullilah," tutur Rifda, seusai tampil.

Menurut Rifda, alasan yang menjadi penyebab gerakannya tidak stabil karena adalah karena dia terlalu gugup. Ada beban mental dari torehan pada SEA Games 2017, dimana Rifda adalah juara bertahan di nomor balok keseimbangan perorangan.

"Kalau untuk fisik alhamdullilah tidak ada masalah. Hanya saja kurang kontrol emosi, padahal disitu harusnya tenang. Tetapi tadi malah deg-degan akhirnya sedikit goyang. Mungkin karena kemarin mendapat emas, jadi bikin deg-degan," jelas Rifda.

Selain itu, pada nomor lantai Rifda juga mendapat penalti skor karena saat menumpukan kakinya di lantai ada pantulan yang berulang.

"Untuk yang di lantainya sendiri akrobatik dan gymnastic saya masuk semua, tetapi ketika pas landing mantul-mantul, jadi cukup besar jaraknya, karena pengurangannya yang besar di sana," lanjut Rifda.

"Tetapi, atas hasil ini tetap bersyukur karena untuk all around saya tidak ada dipatok target (oleh pelatih). Namun semua atlet pasti berharapnya mendapat emas," tambah Rifda.

Dituduh Selingkuh dengan Mantan Bupati Kediri, Nella Kharisma Malu

Wartaku.info - Penyanyi dangdut pelantun lagu jaran goyang, Nella Kharisma mengaku malu lantara namanya disangkutkan dalam skandal perselingkuhan Nella Kharisma dengan mantan Bupati Kediri Sutrisno. Tuduhan yang menyebut dirinya menjadi kekasih gelap mantan Bupati Kediri tersebut membuat pedangut Nella Kharisma tidak tinggal diam.

Nella Kharisma secara resmi telah melaporkan dua akun Facebook yang menyebarkan kabar miring mengenai perselingkuhan dirinya dengan Mantan Bupati Kediri karena menurutnya merupakan fitnah dan merusak nama baik dirinya maupun sang mantan Bupati.

Dua akun Facebook tersebut adalah Suprianto dan Dinasti Sutrisko yang telah mengunggah tuduhan terkait perselingkuhan Nella Kharisma dengan mantan Bupati Kediri, Sutrisno.

Penyanyi dangdut yang terkenal dengan lagu dangdut koplo nya ini telah mendatangi Subdit V Ditreskrimsus Polda Jatim guna melaporkan dua akun Facebook  tersebut, yang dianggap telah menyebarkan fitnah mengenai dirinya tersebut.

Dikutip dari laporan media CNNIndonesia, Nella Kharisma mengatakan jika tuduhan menjalin hubungan dengan mantan bupati Kediri yang masih berisiri tersebut membuatnya malu dan merasa nama baiknya tercemar, khususnya di wilayah Jawa Timur.

Nella menambahkan, jika berita simpang-siur yang menuduh dirinya menjadi pelakor juga membuat keluarganya syok.

"Itu adalah hoaks, Jadi jangan percaya pada hoaks ya." tegas Nella.

Kuasa hukum Nella Kharisma, Ander Sumiwi, menyebutkan bahwa kliennya telah dimintai keterangan serta telah menjawab puluhan pertanyaan dari pihak kepolisian terkait laporannya tersebut.
19 November 2019

Mengapa lagu kebangsaan Prancis mirip lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”

Wartaku.info - Sejarah. Mengapa lagu kebangsaan Prancis mirip lagu “Dari Sabang Sampai Merauke”, padahal Prancis tidak pernah menjajah Indonesia?. Sebenarnya ini adalah topik yang sudah lama sih, tapi masih asyik saja untuk dibahas.

Lalu bagaimana bisa R. Suharjo selaku pencipta lagu Dari Sabang Sampai Merauke bisa terinspirasi oleh lagu kebangsaan Prancis La Marseillaise, sedangkan Indonesia tidak pernah dijajah oleh Prancis? Berikut sejarah singkatnya.

Revolusi Amerika di tahun 1783 dan Revolusi Prancis di tahun 1799 secara langsung membakar semangat rakyat Belanda untuk juga menyuarakan demokrasi sebagai bentuk negara dan pemerintahan. Sebagai hasil dari pemberontakan tersebut, terbentuklah Republik Batavia, lalu menjadi Kerajaan Holandia di bawah administrasi Dinasti Bonaparte, hingga akhirnya wilayah Belanda dicaplok oleh Kekaisaran Pertama Prancis di bawah kepemimpinan Napoleon Bonaparte pertama pada tahun 1810.

Sementara itu, masyarakat Nusantara sudah berinteraksi dengan orang-orang Eropa, khususnya Belanda, sejak tahun 1602 melalui perusahaan dagang VOC. Awalnya VOC memberikan profit yang sangat besar untuk Kerajaan Belanda, namun karena perang berkepanjangan berkecamuk di negeri asalnya, VOC akhirnya bangkrut di 1799. Posisinya di Indonesia digantikan langsung oleh Pemerintah Belanda, sehingga Indonesia secara de facto menjadi tanah jajahan Belanda.

Mulai pusing? Kalau belum, mari kita lanjutkan.

Hindia Belanda resmi menjadi tanah jajahan Belanda di tahun 1800. Masih ingat kan di tahun yang sama Republik Batavia sedang berkuasa, dan diisi oleh orang-orang yang pro-Prancis. Sehingga tidaklah aneh apabila semangat Revolusi Prancis juga dibawa ke tanah Hindia Belanda.

Lagu La Marseillaise tercipta di tahun 1792 dan dua tahun kemudian langsung diadopsi sebagai lagu kebangsaan dan hal tersebut bertahan hingga sekarang ini. Sehingga wajar apabila lagu La Marseillaise turut ikut populer di Hindia Belanda atau Nusantara.

Singkatnya, lagu La Marseillaise atau lagu kebangsaan Prancis bisa ke telinga orang Indonesia melalui pemerintah Belanda yang saat itu sedang dalam kekuasaan pemerintah Prancis.

Karena lagu La Marseillaise memiliki struktur melodi yang bagus, tentu lagu tersebut tidak mudah untuk dilupakan begitu saja bagi siapa saja yang mendengarkannya. Nyatanya, lagu ini masih juga dinyanyikan meskipun Negara Belanda sudah tidak lagi di bawah kekuasaan Prancis.

Di akhir kependudukan Belanda di Indonesia, Belanda sudah memperoleh kemerdekaan dari Prancis. Tentu untuk menyanyikan La Marseillais harus secara sembunyi-sembunyi bila tidak ingin dicap sebagai penghianat.

Di buku Guru, Pahlawan Tanda Tanda Jasa yang diterbitkan oleh Departemen P&K di tahun 1980-an, terdapat kumpulan cerita nyata yang dialami oleh para guru dengan latar mulai pra hingga pasca kemerdekaan. Salah satu cerita yang pernah saya baca (semoga saja tidak salah) berjudul Guruku di Boven Digoel.

Cerita tersebut mengisahkan seorang guru dari Jawa di era pra-kemerdekaan, yang ketika waktu luang mengajarkan lagu La Marseillaise kepada para muridnya. Perbuatan tersebut dianggap sebagai penghianatan oleh pemerintah kolonial Hindia Belada, sehingga guru tersebut diasingkan ke Boven Digoel, Papua.

Dari kisah nyata tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa lagu ini populer bahkan hingga di ujung waktu kekuasaan Belanda di Indonesia.

Kesimpulan:

Meskipun Indonesia tidak pernah berinteraksi langsung dengan Prancis, namun pengaruh Prancis masuk melalui orang-orang Belanda yang dahulu ada di Indonesia. Tidak hanya lagu La Marseillaise, banyak kosa kata dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Prancis, seperti trotoar, sopir, sepeda, toilet, dsb.

Bagi yang ribut mempermasalahkan kemiripan Dari Sabang Dari Merauke dengan La Marseillaise, saya ingatkan bahwa Dari Sabang Dari Merauke bukanlah satu-satunya lagu yang terinspirasi dari indahnya melodi lagu kebangsaan Prancis. Coba juga dengarkan lagu All You Need Is Love dari The Beatles.

Nb: Artikel sebelumnya sudah dimuat di jawaban Quora
18 November 2019

Mengenal Abdul Kadir Karding, Aktif Berorganisasi Semasa Kuliah Hingga Jadi Tokoh Politik Nasional

Wartaku.info - Biografi Orang Terkenal. Sudah aktif berorganisasi sejak mahasiswa membuat Abdul Kadir Karding akhirnya terjun ke dunia politik. Namanya kian terkenal setelah muncul pada panggung nasional.

Abdul Kadir Karding dikenal sebagai politikus Partai Kebangkitan Bangsa yang telah berkecimpung di dunia politik bersama PKB sejak penghujung tahun 1990-an. Pada 2014, ia ditunjuk sebagai Sekjen DPP PKB.
Lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 25 Maret 1973, Abdul menyelesaikan pendidikan strata satu di Fakultas Perikanan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Setelah lulus kuliah, Abdul Kadir Karding bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa, sebelumnya ia memang aktif berorganisasi sejak mahasiswa. 

Saat berusia 26 tahun, ia yang terpilih sebagai anggota legislatif daerah dipercaya sebagai Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah.

Kariernya pun terus melejit. Beberapa posisi strategis pernah diembannya yakni Ketua Fraksi (PKB) DPRD Provinsi Jawa Tengah (2001-2003), Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2001-2005), hingga Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2005-2006).

Pada tahun 2007, namanya ramai jadi pembicaraan lantaran memiliki total kekayaan mencapai Rp7 miliar. Jumlah yang fantastis itu dilaporkannya langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia menjadi sorotan karena peningkatan harta kekayaannya sangat signifikan.

Selang 2 tahun, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI periode 2009-2014. Ia lolos ke Senayan dan terpilih sebagai Ketua Komisi VIII dari Fraksi PKB yang membidangi agama, sosial, dan pemberdayaan perempuan. 

Selama bertugas, alumnus Administrasi Publik, UNDIP Semarang ini sering diliputi spekulasi negatif lantaran diduga terlibat korupsi dengan sindikat koruptor Muhammad Nazaruddin. Namun, tuduhan-tuduhan itu belum terbukti.

Abdul dimutasi ke Komisi VI DPR RI dimana komisi ini membidangi perdagangan, investasi, koperasi dan BUMN pada tahun 2012.

Sedangkan dua tahun kemudian, ia kembali duduk di Senayan sebagai anggota DPR, Komisi III setelah menang dalam Pemilu 2014. Masih di periode yang sama, Abdul Kadir terpilih sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB mendampingi Ketua Umum Muhaimin Iskandar periode 2014-2019. 

Berikut adalah Biografi Abdul Kadir Karding

#Riwayat Pendidikan Abdul Kadir Karding
SDN Ogomas I Sojol, Donggala (1986)
SMPN 9 Palu, Sulteng (1989)
SMAN 2 Palu, Sulteng (1992)
Fak. Perikanan, UNDIP Semarang (1997)
Administrasi Publik, UNDIP Semarang (2009)

#Perjalanan Karir Abdul Kadir Karding
Ketua III Senat Mahasiswa PT UNDIP Semarang (1994-1995)
Ketua I Pengurus Korcab PMII Jawa Tengah
Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah (1998-2001)
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah (1999-2001)
Ketua Fraksi (PKB) DPRD Provinsi Jawa Tengah (2001-2003)
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2001-2005)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (2003-2004)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (2004-2009)
Ketua DPW PKB Jawa Tengah (2005-2006)
Pembina PW IPNU Jawa Tengah (2006-2009)
Ketua Pengurus DPP PKB (2008-2014)
Ketua DPP IKA UNDIP Semarang (2009-2013)
Anggota DPR RI (2009-2014)
Sekretaris Fraksi PKB MPR RI (2009-2014)
Wakil Ketua Fraksi PKB DPR RI (2009-2014)
Ketua Komisi VIII DPR RI (2009-2012)
Anggota Komisi VI DPR RI (2012-2014)
Pembina Nasional Persatuan Guru & Karyawan Swasta Indonesia (2011-sekarang)
Wakil Ketua BALEG DPR RI (2014)
Anggota Komisis III DPR RI (2014-2019)
Juru Bicara Tim Kampanye Capres Jokowi-JK (2014)
Sekretaris Jenderal DPP PKB (2014-2019)

Menkes Terawan: 2 Kunci ASN sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa "Melayani dan Bersyukur"

Jakarta - Hadir dalam acara Peningkatan Kapasitas ASN Kementerian Kesehatan sebagai perekat dan pemersatu bangsa, Menkes Terawan berpesan tentang 2 kunci ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa yaitu melayani dan bersyukur. Dalam acara yang merupakan rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-55, Senin pagi (18/11/2029) Menkes Terawan didampingi oleh Sekjen Kemenkes, Oscar Primadi.

Acara tersebut dihadiri oleh 476 ASN di lingkungan Kementerian Kesehatan yang terdiri dari pejabat tinggi madya dan pratama, administrator, pengawas danpewakilan staff dari 78 Satuan Kerja Kemenkes di kantor pusat dan wilayah di Jabodetabek.

Dalam sambutannya Menteri Kesehatan, Terawan mengatakan bahwa kunci dari ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa yaitu dengan menumbuhkan serta membudayakan jiwa melayani dan senantiasa bersyukur.

“Kuncinya hanya 2 melayani dan bersyukur, bersyukur itu hubungan vertikal, melayani itu hubungan horizontal, apapun agama dan suku kita maka mampu melayani dengan baik,” Ujar Menkes Terawan dalam sambutannya.
13 November 2019

Edhy Prabowo: KKP Siap Menjaga Laut Indonesia

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo, tegaskan bahwa Kementeriannya siap menjaga laut Indoneaia.

KKP melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) akan terus menjadi garda terdepan dalam mengamankan sumber daya kelautan dan perikanan Indonesia.

Menteri Edhy juga memberikan wejagangan ke jajarannya agar menanamkan jiwa dan cara kerja yang profesional, berintegritas, dan penuh loyalitas dalam melaksanakan tugas dalam mengawal kedaulatan khususnya pada sektor kelautan dan perikanan.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa KKP siap menjaga laut Indonesia. Jalesveva Jayamahe!" Ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo usai mengikuti acara Apel Siaga Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.

Diduga Menista Agama Youtuber Terkenal Atta Halilintar Dipolisikan

Jakarta - Youtuber Indonesia. Youtuber Atta Halilintar kembali jadi perbincangan, kali ini namanya terseret dalam kasus hukum. Kali ini Atta dilaporkan oleh Kepala Departemen Pengawas Agama KPK Provinsi Banten, ustaz Rohimmat, terkait dengan dugaan pelecehan agama.

Selain Atta Halilinta, Rohimmat juga melaporkan Ridwan Swallow yang merupakan pihak pengunggah kembali video tersebut itu sekitar 3 hari yang lalu.

"Hari ini kita membuat laporan di Polda Metro Jaya, denhan pelapor ustaz Rohimmat. Saya disini sebagai kuasa hukum-nya melaporkan saudara Atta Halilintar serta akun YouTube Ridwan Swallow atas dugaan penistaan agama," jelas kuasa hukum ustaz Rohimmat.

Pihaknya menyebut jika ada unsur mempermainkan tata cara beribadah pada video yang dibuat oleh Atta Halilintar beberapa bulan lalu.

"Melihat dari video YouTube yang ada bahwa dalam video tersebut ada adegan peribadahan tentang Islam, salat yang seperti dipermainkan," ujar ustaz Rohimmat.

"Disitu ada adegan goyang-goyang, ketawa-ketawa, sembari menerima handphone, sambil teriak-teriak serta dorong-dorongan, kan itu tidak masuk dalam kriteria ibadah salat," paparnya.

"Kami ini sebagai kaum muslimin memiliki hak menegur serta menyampaikan dan melaporkan terkait hal-hal yang berkaitan dengan pelecehan agama," tutupnya.