5 Info Kesehatan Ini Ternyata Hoax

shares |

Wartaku.info - Rekomendasi atau info kesehatan mutlak diperlukan dalam kehidupan sehari - hari untuk menghindarkan diri dari bahaya penyakit dan gangguan kesehatan. Namun apa jadinya jika info kesehatan yang ada di masyrakat justru adalah Hoax?, tentunya sangat mengganggu dan tidak baik, oleh karenanya kita harus pintar mencari dan menjaring info mana yang benar dan mana yang Hoaz. Berikut ini adalah 5 hoax informasi kesehatan yang perlu kamu tahu.
5 Info Kesehatan Ini Ternyata Hoax
5 Info Kesehatan Ini Ternyata Hoax
1 Coklat dan Mie Instan
"Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, disimpulkan bahwa produk mi instan yang terdaftar dan beredar di Indonesia memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku, serta dinyatakan aman untuk dikonsumsi" 
- Dra Kustantinah, Apt, M.App.Sc yang saat itu Kepala BPOM RI-

2 Air Dingin Usai Makan Picu Kanker 
"Tidak ada bukti yang mendukung pesan tersebut. Apalagi menurut BBC Science and Nature, panas alami di perut akan membuat semua makanan yang masuk memiliki temperatur yang sama. Meskipun seseorang minum es, dinginnya es tidak akan bertahan lama di lambung".

3. Vaksin HPV menyebabkan Menopause 
"Menopause dini itu terjadi bila wanita mengalaminya dibawah umur 40 tahun. Data yang ada di dunia, tidak ada bukti bahwa yang mengalami Menopause dini karena Imunisasi HPV. Harusnya ada bukti dulu kalau bisa menyebabkan Menopause dini" 
- dr. Elizabeth Jane Soepardi, MOH, Dsc - Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes RI 

4. Makan Sayap dan Ceker Ayam Bisa Picu Kanker 
"Belum ada buktinya, itu kan baru asumsi. Umur ayam itu kan pendek sampai dia dipotong, kalau dipotong obat hormonnya itu masih ada atau belum habis lalu dimakan menyebabkan kanker, sampai sekarang belum ada buktinya," 
- dr Ramadhan, SpBOnk - Dokter Onkologi RS. Dharmais 

5 Menusuk jari dengan jarum, cara pertolongan pertama pada penderita stroke. 
"Seseorang yang mendapat serangan stroke memiliki golden period, masa krisis bagi pasien untuk segera mendapat penanganan tepat yang dilakukan oleh profesional dengan standar protokol untuk memper-besar peluang kesembuhan. Dengan tindakan tusuk jarum di tangan dikhawatirkan pasien tidak segera dibawa ke rumah sakit dan justru melewati golden period-nya" 
- dr. Adityo Susilo, SpPD-KPTI, FINASIM, Divisi PenyakitTropik dan Infeksi, FKUI-RSCM

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment