Anak Tiru Perilaku Buruk Selebgram, Tanggung Jawab Siapa?

shares |

Wartaku.Info - Sosok Selebgram dan Youtuber terkenal yang famous memang banyak digandrungi oleh banyak orang tak terkecuali oleh anak - anak yang masih dibawah umur. Konten yang disajikan terkadang tidak sesuai dengan umur konsumen dari konten Selebgram maupun Youtuber.
Foto Anya Geraldine Selebram Cantik
Foto Anya Geraldine Selebram Cantik
Selebgram cantik Anya Geraldine baru - baru ini kembali menjadi sorotan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hal ini terkait video mesra Anya dengan sang kekasih dinilai banyak pihak sensasional dan meresahkan karena memiliki potensi besar ditiru oleh anak-anak. Anya Geraldine sebagai seorang publik figur di media sosial yang kini memiliki 1 juta pengikut di Instagram sebagai salah satu alasannya.

Di sebuah tayangan televisi swasta, Anya Geraldine sempat memberikan komentar dengan mempertanyakan bahwa apakah menjadi tanggungjawabnya kalau pengikutnya meniru apa yang dia lakukan, sedangkan para follower itukan mengikuti akun media sosial Anya Geraldine kan secara sukarela?

Hal ini membuat Ketua KPAI, Susanto angkat bicara “Melindungi anak itu adalah tanggung jawab dari semua pihak, baik itu pemerintah, kelompok masyarakat, atau individu dari suatu masyarakat, hingga keluarga dan juga orangtua,” pada Rabu (27/6/2018.

“Jadi tidak ada seorang pun yang boleh mengabaikan anak. Kita semua ini punya tanggung jawab mendidik agar anak - anak tidak meniru hal-hal negatif seperti perilaku yang melanggar kesusilaan,” tambah Susanto.

Pada tahun 2016 silam sendiri KPAI sejatinya telah memanggil Anya Geraldine karena video vulgar Anya Geraldine bersama kekasih yang diunggah-nya di YouTube. Saat itu KPAI memperoleh aduan dari masyarakat yang merasa keberatan dengan tayangan Video Anya Geraldine Dan Awkarin (Karin Novilda) di Youtube. Kala itu Anya Geraldine meminta maaf dan mengaku lalai serta barjanji akan memberikan hal positif dan baik.

"Kalau masih mengulangi lagi perilaku seperti sebelumnya, KPAI akan mempertimbangkan untuk melakukan pemanggilan ulang. Ini semata-mata guna memastikan perlindungan anak yang lebih baik," tutup Susanto.

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment