Rakyat Tuntut Pak Presiden Jokowi Menegur Gubernur Baru DKI Jakarta, Ini Alasannya

shares |

Wartaku.info - Sebuah petisi online mengemuka di situs online Change org yang menuntut presiden Joko Widodo agar mengegur gubernur baru DKI Jakarta yang baru di lantik beberapa hari lalu karena dianggap rasis. Dimata rakya sebagai seorang pemimpin hendaknya bertindak bijaksana dan tidak melalukan tindakan yang menjurus provokasi untuk rasisme.

Petisi tersebut terkait isi pidato pertama gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang di anggap melontarkan kata - kata  bernada Rasis yakni istilah pribumi serta non pribumi.
Rakyat Tuntut Pak Presiden Jokowi Menegur Gubernur Baru DKI Jakarta
Seperti diketahui bahwa Istilah pribumi dilarang digunakan berdasarkan Inpres Habibie yaitu Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Non Pribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan. Inpres tersebut pun sudah disahkan dengan ditandatangani oleh Presiden RI ke-3 BJ Habibie.

Dan lagi, hal ini menciderai semangat bhineka tunggal ika. Bagi warga negara Indonesia yang lahir di bumi Indonesia, entah dari ras jawa, melayu, atau bahkan blasteran hal tersebut cukup mengganjal karena kesemuanya adalah WNI dan bekerja bersama membangun negeri ini.

Sementara itu terkait pelanggaran Inpres pelarangan istilah pribumi dan non pribumi memang tidak ada konsekuensi hukum, tetapi secara aspek sosial hal itu sangat disayangkan sebagai pejabat publik terkesan kurang update.

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment