Saksi Kunci Kasus E-Ktp Meninggal di Amerika, Apakah Benar Bunuh diri?

Wartaku.info - Warta Kita. Perkembangan kasus mega korupsi E-Ktp sepertinya akan menemui tebing terjal dalam pengungkapannya, pasalnya baru - baru ini saksi kunci kasus E-KTP meninggal duni yang kabarnya karena bunuh diri. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang sudah mendengar berita meninggalnya Johannes Marliem saksi kunci kasus e-KTP, Johannes Marliem. Berdasarkan informasi yang di dapat dirinya meninggal dunia di Amerika Serikat. Meninggalnya Johannes ini diduga karena bunuh diri.

"Ya, kita memang sudah dengar kabar tersebut. Kami saat ini masih sedang memastikan informasi terkait berita meninggalnya saksi kunci kasus e-KTP tersebut valid atau tidak" sebut Jubir KPK, Febri Diansyah ketika di konfirmasi.

Johannes Marliem sendiri adalah seorang provider produk Automated Finger Print Identification Sistem (AFIS) dari merek L-1 yang rencana akan digunakan pada proyek e-KTP. Namun, saat sesi wawancara bersama salah satu media nasional beberapa waktu lalu, Marliem tentu saja mengaku memiliki bukti-bukti terkait kasus e-KTP.

Dia bahkan di klaim adalah satu - satunya orang yang aksi perkara e-KTP yang memiliki rekaman asil dari pembicaraan tiap - tiap ada pihak yang terlibat ketika dirinya menggarap proyek e-KTP yang sudah ada selama empat tahun guna menggarap proyek e-KTP.

Dalam perkara ini, tim dari KPK sebelumnya telah lebih dulu mendatangi Marliem untuk mengkonfirmasi maslaah e-KTP. Setidaknya sudah dua kali mereka di Amerika. Jadi Marliem sendiri karena nahkoda menolak untuk diperiksa, kecuali jika diberikan penggantian akibat kerugian yang dialaminya terkait proyek e-KTP ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Saksi Kunci Kasus E-Ktp Meninggal di Amerika, Apakah Benar Bunuh diri?"

Post a Comment