Cukup! Jangan Ada Lagi Prajurit Yang Gugur Akibat Pesawat Jatuh, Pesawat Harus Baru

Warta Kita - Dunia militer kembali berduka, setidaknya ada 13 prajurit harus gugur akibat pesawat TNI Angkatan Udara Hercules C-130 di Wamena, Papua. Pesawat yang bertolak dari Bandara Abdurahman Saleh, Malang yang sempat transit di Timika kemudian melanjutkan perjalanan ke Wamena ini jatuh 15 km dari tempat dimana seharusnya mendarat akibat menabrak pegunungan. Diketahui sebelum kejadian pilot Hercules sudah melakukan kontak dengan pihak bandara untuk melakukan landing namun beberapa menit berselang hilang kontak dan di temukan sudah jatuh.

Kejadian jatuhnya pesawat militer Indonesia kali ini sekaligus membuka tabir lain tentang kecelakaan serupa dimana sepanjang 2016 saja sudah 2016 ada 6 kali pesawat militer Indonesia mengalami insiden.

Kondisi alusista pun dipertanyakan, pasalnya diketahui pesawat tersebut diketahui adalah pesawat dengan hibah dari Australia serta sudah di gunakan sejak 1980an atau sekitar 30 tahunan lalu. Lalu apakah pesawat itu masih layak?, banyak pihak mempertanyakan hal ini. Wapres JK pun angkat suara mengenai hal tersebut "pesawat tersebut memang sudah digunakan sebelumnya, tetapi sebelum di boyong ke Indonesia sudah terlebih dulu di rombak baik mesin maupun komponen - komponennya sehingga pesawat - pesawat tersebut masih layak terbang".

Namun melihat banyaknya kejadian tentang pesawat dengan pengadaan hibah sepertinya memang perlu adanya evaluasi tentang pengadaan melalui jalan tersebut, bahkan sejak setahun lalu saat ada kejadian pesawat yang juga dari pengadaan hibah jatuh di pemukiman di medan presiden jokowi menghimbau untuk tidak lagi mendatangkan alustista bekas. Akan tetapi karena satu lain hal program ini masih terus berjalan.

Menanggapi kejadian terbaru pesawat hercules jatuh di wamena ini Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo menegaskan untuk tidak lagi mendatangkan pesawat yang sudah udzur yang harusnya sudah di tinggalkan, walaupun belum diketahui hasil investigasi kecelakaan tersebut akibat pasti jatuhnya pesawat tersebut.

Berikut pernyataan resmi Jendral Gatot Nurmantyo "Presiden sudah menegaskan. Selanjutnya tidak ada lagi pembelian pesawat terbang yang sudaj usang, semuanya harus baru".

Selain faktor keselamatan, faktor potensi kebocoran anggaran juga menjadi pertimbangan. Berbeda dengan pesawat baru yang sudah dengan pasti di ketahui pesawat jenis apa, spesifikasi seperti apa nanti kan di ketahui harganya berapa dari produsennya, bahkan masyarakat umum pun bisa mengetahui lewat media - media online atau website resmi produsen yang bersangkutan sehingga apabila terjadi permainan harga dapat dengan mudah diketahui. Namun jka itu pesawat bekas kita mau hargai berapa? Patokannya dari mana? Itu bias sehingga bisa terjadi penyelewengan. Ini bukan berarti pengadaan yang sudah ada terjadi penyelewengan, akan tetapi sebagai analisa untuk mempertimbangkan plus minus lebih baik mana beli pesawat bekas atau baru.

Selain dua hal tersebut, nyatanya membeli pesawat bekas tidak bisa dikatakan lebih efisien dalam penggunaan anggaran. Pasalnya semakin tua umur suatu mesin maka perawatannya akan semaki  rumit hingga biaya pengeluaran yang di butuhkan pun lebih besar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cukup! Jangan Ada Lagi Prajurit Yang Gugur Akibat Pesawat Jatuh, Pesawat Harus Baru"

Post a Comment