Cangkul saja Impor, kenapa?

shares |

Warta Kita - Indonesia memang sedang menerapkan nawacita salah satunya adalah mencapai tujuan swasembada pangan termasuk swasembada beras. Namun apa jadinya jika untuk sarana produksi pertanian yang terkesan "sepele" saja harus impor?

Ya baru - baru ini Indondesia impor cangkul dari Tiongkok. Pertanyaan pasti akan langsung muncul, apa Indonesia tidak bisa produksi sendiri masa Cangkul pun Impor dari Tiongkok?

Salah seorang pengamat politik menyebutkan jika adanya Impor cangkul ini karena adanya kebutuhan, tidak mungkin jika tidak ada kebutuhan melakukan Impor.

Salah satu penyebab adanya Impor cangkul dari Tiongkok ini adalah karena kebutuhan cangkul Indonesia belum terpenuhi. Alasan lainnya kenapa di lakukan Impor cangkul dari tiongkok ink adalah karena faktor harga, tidak bisa dipungkiri memang Tiongkok terkenal dengan barang - barang yang harganya miring sehingga cangkul lokal buatan Indonesia kalah bersaing dalam hal harga di kualitas yang relatif sama bahkan lebih baik, mengingat pelaku produksi pertanian baik petani maupun tingkat pengusaha pastinha akan berusaha menekan biaya produksi seminimal mungkin.

Kuota Impor cangkul dari Tiongkok ini pun tidak tanggung - tanggung mencapai 1,5 juta cangkul, dengan realisasi yang sudah berjalan tidak kurang dari 85 ribuan cangkul sudah masuk dari Tiongkok ke Indonesia.

Namun, keputusan impor cangkul dari Tiongkok ini mendapat komentar sinis, miris hingga menggelitik. Faktanya kok Cangkul saja harua Impor?.

Beberapa netizen menyebut bahwa pengrajin cangkul di Indonesia bahkan kesusahan dalam hal pemasaran cangkul buatannya, kenapa haru memilih Impor tidak memberdayakan sumberdaya yang ada di Indonesia dengan membantu pengrajin - pengrajin cangkul lokal bukan malah impor.

Salah seorang netizen menambahkan jika urusan kualitas dan kompetitif memang harga cangkul buatan lokal relatif lebih mahal akan tetapi perbedaanya tidak terlalu jauh yang sampak harus mengharuskan untuk impor. Soal kualitasnya pun di klaim lebih baik, sehingga harga produksinya pun lebih tingga yang imbasnya harga lebih tinggi.

Sangat di sayangkan kegika hanya sebatas Cangkul saja harus Impor dari Tiongkok padahal jelas - jelas bisa memproduksi sendiri Indonesia. Hal ini juga ditakutkan akan mematikan Industri percangkulan nasional yang ada.

Harapannya agar kedepannya kebijakan semacam ini lebih di pertimbangkan lagi untuk lebih memberdayakan dari produsen lokal jika memang sudah ada produksi di Indonesia ketimbang impor.

Related Posts

0 komentar:

Post a Comment