Sistem Ganjil Genap Diberlakukan Di Jakarta, Apakah Efektif Mengurangi Macet Jakarta?

Warta Kita - Macet di DKI Jakarta sudah bukan pemandangan baru lagi, hampir di setiap jengkal wilayah Jakarta terdapat kemacetan terutama jalan - jalan protokol. Dulu ada aturan yang namanya 3 in 1 yang di anggap akan mampu mengatasi kemacetan jakarta namun pada kenyataannya justru menambah kegiatan baru dengan adanya jasa Joki 3 in 1. Masuk ke masa kepemimpinan Ahok mencoba sistem baru yaitu Ganjil dan Genap sebagai pengganti aturan 3 in 1 yang sebelumnya sudah di cabut. Namun apakah sistem ini terbukti lebih baik?.

Sistem Ganjil Genap Diberlakukan Di Jakarta, Apakah Efektif Mengurangi Macet Jakarta?

Sepertinya tidak, jalan - jalan di DKI Jakarta masih tetap macet seperti sebelum-sebelumnya. Padahal dengan aturan ganjil genap secara logika maka setidaknya tak kurang dari setengah dari mobil di jakarta akan saling bergiliran satu hari satu hari, dimana semisal hari ini mobil ber plat nomor ganil berarti besoknya untuk kendaraan ber plat genap. Tetapi kenyataan berkata lain seperti yang di sebutkan di awal paragraf "DKI JAKARTA TETAP MACET". Lalu apakah peraturan ini buruk? seharusnya ini lebih efisien begitupun juga peraturan sebelumnya yaitu 3 in 1, tetapi secara teori ganjil genap akan lebih efektif mengurangi kemacetan karena kurang lebih setengah dari kendaraan yang ada setiap harinya akan nonkrong di garasinya.

Lalu kesalahannya ada dimana?, sebenarnya problem utamanya ada di pola hidup dari si pengendara ditambah dengan tidak adanya pembatasan penjualan kendaraan bermotor juga turut andil. Berikut uraian lengkap kenapa kok Ganjil genap tidak efektif mengurangi kemacetan Jakarta?.

1. Regulasi pemerintah yang Pro - Kontra

Kenapa saya sebut regulasi Pro - Kontra, karena disisi lain pemerintah khususnya di DKI Jakarta sedang berusaha memutar otak untuk memanipulasi sedemikian rupa lalu lintas Jakarta agar tidak macet mulai dengan pencabutan aturan 3 in 1 diganti dengan ganjil genap hingga yang ekstrim kendaraan parkir di bahu jalan di copot pentil ataupun langsung di derek oleh petugas. Apakah ini sudah maksimal? seharusnya maksimal tetapi mengingat jumlah kepadatan penduduk serta jumlah kendaraan di Jakarta yang se abreg. 

Kendaraan baik mobil ataupun motor di Indonesia hampir minim pengurangan walaupun sudah sangat tua umurnya masih tetap di pakai pengurangan yang paling kalau ada kecelakaan yang menyebabkan mobil ringsek saja yang mebuat mobil berkurang, kalau cuman penyok bisa dibenarkan kalau sudah tua dan tidak menarik di jual dan beli yang baru artinya mobil hanya bertambah tidak berkurang sementara jalannya? segitu-segitu saja. Sedangkan kalau kita menilik aturan pemerintah juga seakan kontra produktif, di lain sisi ingin jakarta bebas macet tetapi tidak ada pembatasan penjualan kendaraan bermotor justru malah mobil LGCC atau mobil murah beredar hingga lebih banyak lagi orang dapat membeli mobil dengan mudahnya.

Kaitannya dengan Ganjil genap pada point ini bahwa di Jakarta apabila diberlakukan sistem Ganjil genap orang yang memiliki mobil ber plat genap bisa cukup mudah untuk menambah satu mobil dengan plat ganjil, kan mobilnya murah tinggal DP bisa kredit.

2. Si pengendara

Kalau bilang ganjil genap itu bagus ya bagus, seharusnya. Tapi sepertinya kita sedikit melupakan karakter hampir sebagian warga Indonesia yang tidak terlalu suka dengan Polisi dan cenderung tidak taat aturan serta kucing-kucingan dengan petugas, walaupun masih banyak juga warga yang baik dan taat akan aturan. Bagi warga yang bermental kucing-kucingnya sepertinya ini bukan masalah sebagaimana di sistem 3 in 1 mereka bisa menggunakan joki, di penerapan sitem ganjil genap mereka bisa double bahkan triple plat nomor hehehehe kan kalau tidak di razia tidak ketahuan.

Jadi kalau mau jakarta maju yang jelas kenyamaan, keamanan serta ketersediaan angkutan umum lebih baik lagi, kebijakan pemerintah juga harus satu visi serta yang jelas untuk warga keseluruhan lebih taat aturan dan hukum yang ada.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sistem Ganjil Genap Diberlakukan Di Jakarta, Apakah Efektif Mengurangi Macet Jakarta?"

Post a Comment