Pernyataan Koodinator Kontra Haris Azhar Terkesan Dikriminalisasi, Hashtag #SayaPercayaKontras Bermunculan

Warta Kita - Gembong narkoba Freddy Budiman sudah di eksekusi mati di lapas nusakambangan dalam eksekusi mati jilid III, namun kasus narkoba terkait Freddy Budiman justru memasuki babak baru. Hal ini karena adanya pernyataan dari koordinator Kontras Haris Azhar mengenai adanya oknum aparat berpangkat tinggi di tiga institusi terkait yaitu Polri, BNN, dan juga TNI, bahkan menurutnya ada dana miliaran rupiah masuk ke kantong - kantong pejabat tersebut. Namun sayangnya siapa-siapa pejabat nya tidak diketahui karena pengakuan dari Freddy Budiman sebelum di eksekusi mati ke pada Haris tidak menyebutkan siapa-siapa saj orangnya. Hal ini pun menjadi tanda tanya besar mengenai hal tersebut, pertama apakah penyataan Haris Azhar tentang adanya oknum aparat yang turut melancarkan bisnis barang haram Freddy Budiman, dan kalau benar siapa - siapa saja orangnya?.

Pernyataan Koodinator Kontra Haris Azhar Terkesan Dikriminalisasi, Hashtag #SayaPercayaKontras Bermunculan

Sepertinya dua pertanyaan tersebut adalah hal yang amat sukar untuk dijawab dan di pecahkan, yang jelas sumber informasi utama yaitu Freddy Budiman sudah tewas di tangan regu tembak dan yang kedua isu tersebut menyeret petinggi di 3 lembaga negara penting dan vital yaitu BNN, Polri dan juga TNI sehingga akan ada tembok besar untuk mengungkapnya.

Pernyataan Haris Azhar sendiri sempat mendapat apresiasi dari pihak kepolisian yang kemudian menyatakan berkomitmen untuk mengungkap kebenaran hal tersebut walaupun diakui hal itu merupakan ha yang sulit mengingat Freddy Budiman sudah tidak ada. Namun tidak lama berselang justru Haris Azhar dilaporkan atas penyampaiannya terkait keterangan dari Freddy Budiman tersebut. Pelapornya adalah tiga Instansi tadi yaitu Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri dan juga TNI yang mungkin merasa lembaganya tercemarkan sehingga Haris Azhar kemungkinan akan berurusan dengan masalah hukum.

Mengetahui perihal tersebut berbagai pihak menyayangkan upaya yang justru oleh masyarakat dianggap reaktif yang di lakukan BNN, Polri dan TNI menyikapi penyampaian Haris Azhar mengenai adanya oknum aparat terkait bisnis narkoba Freddy Budiman. Masyarakat pun bereaksi akan hal ini, tercatat di situs Change.org ada dua petisi perihal kasus ini. Yang pertama berjudul "Kami mendukung keberanian Haris Azhar kebenaran soal mafia narkoba musuh bangsa" dengan target 25ribu dukungan sampai saat ini sudah di dukung lebih dari 21ribu orang dimana petisi ini dibuat oleh Arham Setiawan. Petisi yang kedua berjudul "Bentuk satuan anti narkoba" dimana petisi ini ditujukan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan target sama 25ribu dukungan dan telah mencapai 19ribu lebih dukungan. 

Dari hal ini ada kecenderungan bahwa masyarakat resah mengenai kabar tersebut dan tidak menyukai terhadap kriminalisasi terhadap pernyataan Haris Azhar yang sebenarnya dianggap sebagai bentuk Koreksi kepada lembaga-lembaga negara yang di nilai kurang sesuai. Hal ini juga dianggap akan membuat adanya rasa ketidak percayaan dari masyarakat terhadap aparat penegak hukum yang ada jika tidak di sikapi dengan sebagaimana mestinya, buktinya hashtag #SayaPercayaKontras mulai bermunculan akibat hal ini mendukung apa yang di lakukan Haris Azhar.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pernyataan Koodinator Kontra Haris Azhar Terkesan Dikriminalisasi, Hashtag #SayaPercayaKontras Bermunculan"

Post a Comment