Mahasiswa UMM Menggandeng Warga Desa Memanfaatkan Sampah Menjadi Uang

Warta Kita - Sampah selalu di anggap tidak berguna, sehingga keberadaan sampah jarang di lirik atau bahkan malah membuat jijik. Tapi siapa sangka kalau sampah tersebut bisa dijadikan uang?. Hal inilah yang coba di serukan oleh anak-anak muda yang tergabung dalam tim KKN 35 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mahasiswa mahasiswi ini mengajak masyarakat desa Argosari Kecamatan Jabung, Malang untuk dapat memanfaatkan sampah. Sampah yang sebelumnya bagi warga desa adalah barang sisa akhir yang harus di buang atau di bakar, oleh mereka warga desa di ajak untuk memanfaatkan sampah tersebut menjadi uang melalui bank sampah.

 

Dalam acara yang  diberi tema "Sosialisasi Bank Sampah, Bersama Ngalam Waste Bank" di Desa Argosari Kec. Jabung Kab. Malang ini para mahasiswa menggandeng warga desa memanfaatkan sampah menjadi uang. Melalui sosialisasi tersebut warga diarahkan paradigma nya dari yang awalnya sampah itu dibuang atau di bakar di alihkan menjadi di pilah dan di manfaatkan. Penggunaan sistem bank sampah ini cukup mudah, warga diajak untuk mengumpulkan sampah ke koordinator sampah kemudian di timbang jumlah sampahnya untuk kemudian di uangkan. Yang menarik disini adalah pencairan uang ini tidak pada saat itu juga melainkan menunggu sampai durasi waktu tertentu (Bisa setengah tahun, bisa juga satu tahun atau lebih), harapannya adalah agar uang yang terkumpul cukup banyak sehingga ketika mengambil hasilnya cukup bernilai akan memacu semangat lebih.

Tanggapan warga terhadap program ini pun positif dan sadar akan manfaat sampah yang bisa dijadikan uang. Kalau dulu sampah harus dibuang maka sekarang sampah adalah uang, simpel tetapi berarti untuk masa depan.
 
Dari program ini titik beratnya adalah bukan di uangnya, tetapi bagaimana menumbuhkan kesadaran warga akan lingkungan serta pemahaman terhadap re-use ataupun recycle, barang sisa seperti sampah pun bisa di gunakan ulang maupun di daur ulang.
Faktanya membuktikan bahwa sampai menjadi masalah hampir disetiap daerah karena jumlahnya luar biasa dan TPA yang daya tampungnya terbatas sehingga ada warga yang membuang sampah ke pekarangan rumah atau bahkan ke sungai. Hal itu tentu akan mencemari lingkungan minimal dari segi estetika, tetapi jika mengarah ke yang lebih besar sampah yang dibuang ke suangai dapat berakibat pada penyumbatan aliran sungai yang dapat memicu banjir. Sampai yang di buang ke sungai juga dapat terbawa ke muara hingga ke laut yang akibatnya adalah pencemaran laut serta bisa mengakibatkan kematian biota laut karena tersangkut sampah plastik misalnya yang sukar terurai dalam waktu singkat,

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa UMM Menggandeng Warga Desa Memanfaatkan Sampah Menjadi Uang"

Post a Comment