Dari Risma, Ridwan Kamil, dan Ahok. Pemimpin Terbaik Daerah Haruskah Berebut Kursi Untuk DKI 1?

Warta Kita - Bursa pencalonan gubernur DKI Jakarta kian memanas, banyak nama bermunculan untuk melawan Ahok berebut posisi sebagai DKI 1 mulai dari Sandiaga Uno, Ahmad Dhani, hingga Haji Lulung. Akan tetapi nama - nama tersebut dirasa kurang kuat untuk bisa mengalahkan seorang Ahok. Melihat hal tersebut banyak nama - nama pemimpin terbaik daerah di proyeksikan menjadi calon kiat untuk melawan ahok nama pertama adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDIP yang kepemimpinannya di Jawa Tengah banyak menuai pujian terutama dari masyarakat karena tanggap terhadap masalah yang di laporkan dan berani serta tegas menindak ketidak beresan. Namun yang bersangkutan terang - terangan ingin fokus terhadap tugasnya mengurus Jawa Tengah. Hal senda juga di ungkapkan Walikota Bandung Ridwan Kamil yang juga di proyeksikan sebagai calon kuat untuk mengalahkan Ahok jika maju di bursa DKI 1 tetapi kang Emil juga menolak dan lebih memilih fokus mengurus Kota Bandung.

Nama yang sedang hangat - hangatnya dibicarakan adalah Walikota Surabaya Tri Risma Harini yang banyak pihak berkeyakinan jika ibu Risma maju ke pemilihan cagub DKI dapat mengalahkan Ahok. Selain prestasi yang mentereng baik di indonesia maupun di dunia ibu Risma bahkan pernah masuk majalah Forbes. Bahkan sampai ada sekelompok warga jakarta yang menamakan dirinya Jaklovers atau Jakarta Love Risma secara resmi mendeklarasikan mendukung dan siap mendorong Risma maju ke Jakarta.

Tapi apakah ini sesuatu yang baik? Masih terlalu subyektif. Memang banyak pemimpin pemimpin daerah yang bagus dan kredibel memimpin daerahnya dengan gebrakan gebrakan yang luar biasa. Tetapi dengan memajukan mereka semua untuk masuk menjadi kandidat calon DKI 1 maka akan terjadi kekurang merataan, yang di prioritaskan untuk maju seakan hanya jakarta. Padahal pemerataan pembangunan dan kebijakan lebih di perlukan saat ini, dimana masyarakat sekarang kurang percaya terhadap partai politik dengan sistem yang ada. Yang seharusnya adalah memunculkan kader-kader baru yang berkompeten, jujur dan bersih serta memiliki gebrakan pembangunan yang moncer bukan malah pemimpin yang bagus dari masing masing daerah dimajukan untuk beradu berebut kursi DKI 1.
"Pemimpin Seperti Mereka Harusnya Diperbanyak dan Disebar Secara Merata Keseluruh Pelosok Negeri Ini Bukan Malah Di Adu Atau Disingkirkan"

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Dari Risma, Ridwan Kamil, dan Ahok. Pemimpin Terbaik Daerah Haruskah Berebut Kursi Untuk DKI 1?"

  1. hmm, saya tidak tau pendapat rakyat jawa, tetapi kalau di daerah saya, ahok dianggap berlebihan. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ohh gitu, iya memang ada sisi yang berlebihannya sih

      Delete