Anak Pemulung dan Buruh Cuci Lulus Sarjana Ilmu Politik Unnes dengan Predikat Cumlaude

Warta Kita - Semua pasti setuju kalau pendidikan itu adalah hak setiap anak di muka bumi ini, dan itu pun di amanatkan dalam UUD 1945. Jadi harusnya setiap anak memiliki tekad yang kiat untuk meraih pendidikannya setinggi mungkin, hal ini lah yang dilakukan oleh salah satu mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Bernama Firna Larasati yang berhasil meraih gelar sarjana Ilmu Politik dalam waktu 3 tahun 10 bulan dengan menyandang predikat cumlaude di tengah keterbatasan keluarganya yang mana sang ayah hanya seorang pemulung dan ibunya bekerja sebagai buruh cuci. Namun keterbatasan ekonomi keluarganya tidak membuat gadis yang biasa di sapa firna ini menyurutkan semangat meraih pendidikan setinggi-tingginya, justru semua keterbatasannya membuat tekadnya semakin kuat. 

Sejak kecil firna selalu di ingatkan oleh sanga ayah untuk tidak malu menjadi orang miskin. Hal tersebut pun selalu di ingatnya yang dari kecil selalu membantu orang tuanya menyortir rongsokan barang-barang bekas untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit rejeki diliar jam sekolahnya dan tak malu jika di ejek teman sepergaulannya yang sedang bermain sedangkan dia di depan rumah justru bergumul dengan sampah. Menginjak perkuliahan Firna mendapatkan beasiswa yang di peruntukan untuk mahasiswa-mahasiswa beprestasi dimana di mendapatkan uang beasiswa 600rb per bulannya. Tidak cukup hanya mengandalkan beasiswa yang didapatnya, karena dia paham itu masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan perkuliahannya Firna selain tetap membantu orang tua sesekali dalam memilah sampah ia juga nyambi jadi pengajar paud, menjadi penjaga toko hingga menjadi penulis demi dapat lancar meraih cita-citanya tanpa memberatkan orang tua.

Meraih gelas S1 Ilmu Politik buatnya masih belum cukup untuk meraih cita-citanya untuk menjadi seorang dosen dan bisa melanjutkan S2 di singapura. Bukan berarti tidak bersyukur, Firna dan sekeluarga sangat bersyukur atas gelas yang sudah di raih. Tetapi Firna punya tekad yang kuat untuk mengangkat keluarganya dari garis kemiskinan, karena dia mengaku tidak mau kalau bapak dan ibunya harus menderita terus menerus ditengah keterbatasan.

Hal sayang membuatnya bertahan dan bisa berjuang meraih pendidikan hingga saat ini adalah "Firna tidak malu terlahir sebagai orang miskin, hal ini justru menjadi pelecut tekad bahwa untuk membuktikan pada dunia bahwa pendidikan itu bukan hanya untuk kalangan berada karena orang miskin pun bisa berpendidikan tinggi". Bertekad menurut nya bukan berarti tidak bersyukur dan tidak pernah merasa puas, tetapi tetap mensyukuri apa yang sudah di limpahkan Allah tetapi tetap berusaha menjadi lebih agar bisa bermanfaat bagi orang banyak. Kalau Firna yang di tengah keterbatasan ekonomi saja bisa apalagi kalian yang orang tuanya bisa mensupport penuh.


Saat Firna Larasati akan berangkat kewisudaan dari rumah menuju Kampus Universitas Negeri Semarang (UNNES)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anak Pemulung dan Buruh Cuci Lulus Sarjana Ilmu Politik Unnes dengan Predikat Cumlaude"

Post a Comment