Miris, Rapat paripurna minim peserta

Warta Kita - Kabar kurang enak datang dari Rapat paripurna tentang raperda desa wisata kab. Banyuwangi, hampir setengah dari jumlah kursi kosong mrlompong di tinggal sang wakil rakyat. Bagaimana tidak kosong, tercatat presentase kehadiran peserta rapat paripurna ini hanya dihadiri 56% dari keseluruhan anggota DPRD Banyuwangi. Entah apa alasannya ketidak hadiran dari anggota dewan yang katanya wakil rakyat ini, bagaimana aspirasi rakyat dapat tersalurkan kalau untuk hadir rapatnya sajah ogah ogahan apalagi untuk menengok ke TKP di bawah tanggung jawabnya.
indonesia
Dikutip dari jawa pos radar banyuwangi bahwa ketidak hadiran para wakil rakyat ini tanpa keterangan baik itu pemberitahuan lisan maupun tulisan tidak ada. Tapi apa mau dikata kalau menurut salah satu dari anggota dewan jumlah tersebut sudah cukup untuk mereprentasikan dari pendapat keseluruhan fraksi yang ada. Padahal raperda ini tergolong penting untuk kemajuan pariwisata yang sedang di galakkan pemkab banyuwangi.

Menilik ketidak hadiran, kalau di sekolah atau mahasiswa bisa kena alpha atau kredit point bahkan kalau keterlaluan bisa kena peringatan hingga skorsing. Kalau ketidakhadiran di tilik dari kacamata pekerja kantoran swasta mungkin mereka akan kena pemotongan gaji atau bahkan dipecat karena agenda yang biaa dibilang penting. Dan terakhir kalau itu di pegawai negeri sipil juga bisa kena surat peringatan atau teguran.

Pertanyaannya kalau untuk anggota dewan seperti ini apakah ada yang seperti itu? Entah lah, buktinya yang disenayan ajah sering kosong fine - fine ajah apalagi di daerah (ini opini). 

Menurut pendapat kalian bagaimana sobat warta kita? Silahkan tinggalkan pendapat anda dikolom komentar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Miris, Rapat paripurna minim peserta"

Post a Comment