Terapi Hiperbarik, Adakah efek sampingnya?

Sedang heboh tentang terapi hiperbarik, apa sih itu? 
Terapi oksigen hiperbarik adalah salah satu pengobatan dengan cara menghirup oksigen murni di ruangan bertekanan tinggi (di atas tekanan udara luar atau diatas 1 atm bisa 2 atau 3 atm). Secara khusus terapi ini diperuntukan untuk penyakit penylaman (decompression sickness dan emboli gas arteri) dan keracunan gas (CO, HCN, dan H2S). Tetapi, terapi ini bisa untuk membantu penyembuhan luka, terapi tambahan suatu penyakit, derta untuk kebugaran dan kesehatan. terus apakah ada efek sampingnya?
Erick supondha, MKK dalam Detik health (15/6/2016), mengungkapkan bahwa "efek samping dalam pengobatan pasti ada. Tapi ini tidak selalu terjadi, melainkan kemungkinan bisa terjadi". Dalam beberapa kondisi terapi ini memungkinkan terjadinya trauma tekanan tinggi yang dapat mengakibatkan bisa terjadinya cedera di area tubuh tertentu seperti hidung dan telinga. keracunan oksigen juga mungkin terjadi karena kondisi pada ruang hiperbarik membuat bernafas tidak semestinya. Erick menambahkan "namun dengan pengawasan dapat dielimininir".
Efek samping dapat diminimalkan dengan pendampingan perawat terhadap pasien yang akan mejalani terapi ini, dengan mengajarkan cara menyesuaikan diri terhadap tekanan serta metode pernafasan yang benar pada saat berada di ruang terapi hiperbarik. Dan juga untuk orang dengan kelainan paru tidak diperbolehkan untuk mejalani terapi ini, juga mereka yang memiliki infeksi saluran pernafasan juga tidak diperbolehkan. sehingga perlu adanya konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan terapi ini.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terapi Hiperbarik, Adakah efek sampingnya?"

Post a Comment